Sinis Menatap Dunia…

Materi Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan I

Re-edited by: Dedy Cahyadi

 

Materi Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan I

Oleh L. Suparto LM, M.Si

Universitas Samawa (UNSA)

 

KONSEP DASAR PEMBANGUNAN & KARASTERISTIK NEGARA BERKEMBANG

OPENING REMACH

Negara-negara Dunia Ketiga itu penting karena kemiskinannya yang sangat parah.

–Padma Desai, Columbia University–

Munculnya kebutuhan akan pembangunan ekonomi

Sejak Adam Smith mengeluarkan buku “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”

Para ekonom melanjutkan penyelidikan mengenai perkembangan ekonomi negara. Ada negara-negara yang mengalami perkembangan, ada juga yang mengalami kemacetan.

Pertanyaan :

Mengapa perkembangan ekonomi dibanyak negara tidak seperti yang diharapkan????

Faktanya :

1. Ada  kenyataan bahwa banyak negara yang mengalami perkembangan di dalam pendapatan nasionalnya, tetapi hanya cukup untuk mengimbangi pertambahan penduduk.

2. Ada perbedaan tingkat hidup antara negara yang satu dengan yang lain, dan perbedaan ini semakin besar.

3. 67 % penduduk di dunia hanya menerima kurang dari 17 % pendapatan di dunia.

4. Banyak negara yang sudah sadar pentingnya peningkatan pendapatan, dan negara2 tsb berkehendak untuk berkembang. Usaha2 tsb menimbulkan masalah politik ex: keinginan untuk merdeka.

Ilmu Ekonomi Pembangunan

Ilmu ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umum dinegara-negara berkembang.

Todaro (Michael P. Todaro – Ekonom Amerika)

Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup perubahan struktur, sikap hidup dan kelembagaan, selain mencakup peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan pendapatan, dan pemberantasan kemiskinan.

Jika mengacu pada kaidah konvensional, maka diperlukan banyak penyesuaian, mengingat karasteristik negara berkembang yang berbeda dengan negara-negara maju.

Klasifikasi negara berkembang

Bank dunia mengklasifikasi negara berkembang dalam 3 kategori pendapatan yaitu :

1. Pendapatan rendah, (pendapatan per kapita < US$785 per tahun)

2. Pendapatan menengah, (pendapatan per kapita US$786-US$3.125 per tahun).

3. Pendapatan tinggi, (Pendapatan per kapita >US$3.126 per tahun).

Kesamaan karasteristik negara berkembang

1. Standar hidup yang rendah

Penyebabnya adalah rendahnya pendapatan, ketimpangan distribusi pendapatan, rendahnya/buruknya pelayanan kesehatan, kurangnya sarana pendidikan, dsb.

Pengukuran standar hidup ini dapat dilakukan dengan melihat jumlah pendapatan yang kecil, perumahan yang tidak layak, kesehatan yang buruk, pendidikan yang minim, angka kematian bayi yang tinggi, harapan hidup relatif singkat dan kesempatan kerja yang sempit.

2. Produktifitas yang Rendah

penyebabnya adalah :

- Kekurangan input komplementer dalam proses produksi seperti akumulasi modal, kecakapan manajerial, wirausaha, dan pengalaman kerja.

- Belum banyak lembaga-lembaga yang memadai untuk mendukung peningkatan produktifitas.

- Kualitas kesehatan fisik rendah sehingga produktifitas rendah, ini karena pendapatan yang pas-pasan sehingga kualitas makanan tidak memenuhi standar gizi.

3. Tingkat Pertumbuhan Penduduk Dan Beban Ketergantungan Yang Tinggi.

Dinegara berkembang, masih ada pendangan banyak anak banyak rezeki. Rata-rata tanggungan 3-4 orang sehingga tidak sebanding dengan pendapatan yang dimiliki.

4. Angkatan Kerja dengan Skill yang Rendah

Penyebabnya adalah tingginya tingkat melek huruf serta pola produksi yang masih tradisional.

5. Tingkat Pengangguran Penuh dan Terselubung yang Tinggi dan terus Tumbuh.

- Pengangguran Penuh

Penduduk usia kerja dan berkeinginan bekerja tapi tidak mendapatkan pekerjaan.

- Pengangguran Terselubung

Penduduk yang tampaknya bekerja tetapi sumbangannya terhadap perekonomian sangat kecil.

Penyebabnya adalah sempitnya lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Hal ini karena pemamfaatan sumberdaya yang belum maksimal dan efisien.

6. Ketergantungan Terhadap Produksi Pertanian dan Ekspor Barang-Barang Primer.

Hal ini karena proporsi output pertanian sangat tinggi terhadap perekonomian, sementara sektor indutri sangat kecil.

Penyebabnya karena sebagian besar penduduknya berpendapatan rendah dan bekerja sebagai petani dan umumnya buruh tani.

Ketergantungan pada ekspor primer disebabkan karena penguasaan teknologi yang rendah, serta jiwa wirausaha yang rendah yang umumnya disebabkan karena rendahnya pendidikan.

7. Tingginya Proporsi Angkatan Kerja di Sektor Pertanian

Penyebabnya karena penduduk banyak bekerja disektor pertanian, dimana keluarga-keluarga petani beberapa diantara dapat memproduksi surplus yang cukup besar untuk mensuplai non pertanian namun jumlahnya relatif kecil.

8. Ketidakcukupan Teknologi dan Kapital

Output per tenaga kerja di LDC (Less Development Country/Negara Berkembang) rendah jika dibandingkan negara maju karena kapital per tenaga kerja yang rendah.

Penyebabnya adalah hambatan proses produksi akibat kesenjangan peralatan, mesin, serta rendahnya teknologi dan penguasaan teknologi akibat skill yang rendah.

9. Rendahnya Tingkat Tabungan

Di LDC (Less Development Country/Negara Berkembang) tabungan domestik sangat rendah karena pendapatan hanya cukup untuk konsumsi, bahkan kurang. Akibatnya stock kapital rendah sehingga multiplier investasi sangat kecil baik terhadap kesempatan kerja maupun perekonomian.

10. Dualisme Ekonomi

Meskipun secara umum LDC berpendapatan rendah, teknologi dan kapital yang kecil. Namun tidak seluruh sektor kondisinya demikian.

di LDC umumya terdapat pola perekonomian dualistik antara sektor pertanian dan indutri.

Pertanian biasanya bersifat tradisional dan dalam skala kecil tidak membutuhkan kapital serta masih cenderung menggunakan teknologi tradisional peninggalan nenek moyangnya.

industri biasanya dikelola oleh beberapa perusahaan kecil dengan sistem modern, berupa pertambangan mineral dan perkebunan.

perusahaan besar biasanya dimiliki oleh pihak asing, dengan pekerja yang berasal dari luar (asing) untuk penggunaan teknologi sementara untuk pekerja kasar umumnya berasal dari penduduk lokal.

11. Dominasi, Ketergantungan dalam Hubungan dan Perdagangan Internasional.

Umumnya penyediaan bantuan luar negeri, pembukaan akses pasar produk-produk ekspor serta berbagai bentuk pinjaman berasal dari negara maju menyebabkan ketergantungan negara berkembang.

Akibatnya dominasi perekonomian negara maju terhadap negara berkembang sangat tinggi, misalnya dalam hal pinjaman dana yang diberikan, transfer teknologi, investasi swasta, maupun akses pasar internasional.

Keragaman karasteristik negara berkembang

Todaro (1998) menggambarkan 8 komponen pembeda karasteristik antar negara.

1. Ukuran dan Tingkat Pendapatan

Negara berkembang  terentang dari negara kecl seperti Grenada dengan penduduk 1 juta sampai negara besar seperti India dengan penduduk hampir 1 milyar.

Begitu juga dengan pendapatan, negara spt Grenada lebih mudah mengatur distribusi pendapatannya meskipun kesulitan sumberdaya alam. Namun India sangat pusing menghadapi masalah kependudukan meskipun memiliki banyak sumberdaya alam.

2. Latar Belakang Sejarah

Hampir semua negara Asia dan Afrika adalah negara yang pernah mengalami penjajahan. Masin-masing penjajah juga memiliki karasteristik yang berbeda. Peninggalan penjajahan tsb spt infrastruktur, bangunan, bahkan hal-hal yang sifatnya tidak riil seperti budaya serta aturan kelembagaan yang sesuai dengan negara penjajahnya akan sangat menentukan upaya yang harus dilakukan untuk mempercepat pembangunan ekonomi, terutama bila dikaitkan dengan lamanya bangsa tersebut dijajah.

3. Karunia Sumberdaya Fisik Manusia

Kepemilikan SDA (Sumber Daya Alam) yang banyak belum tentu menentukan pembangunan yang dilakukan berhasil, tapi ketersediaan SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal meskipun tidak banyak memiliki SDA sudah menjamin pembangunan akan dapat mengangkat negara tsb menjadi negara maju. Misalnya Indonesia vs Jepang.

4. Komposisi Etnik dan Agama

Negara LDC umunya memiliki beragam etnik dan agama. Keberagaman ini akan sangat mempengaruhi proses pembangunan. Konflik antar agama/etnik berpotensi menghambat proses pembangunan.

Misalnya Indo yang memilki beragam bahasa sangat sulit melakukan pembangunan dan terancam mengalami disinterasi akibat seringnya konflik etnik/agama terjadi akhir2 ini. Disisi lain, Singapura atau Hongkong yang menjadi negara industri baru, cukup lancar proses pembangunnya karena mempunyai etnis/agama yang relatif seragam.

5.Peran Pemerintah dan Swasta

Di Negara LDC peran pemerintah cenderung lebih besar dibandingkan swasta, meskipun menganut sistem ekonomi campuran terkadang pemerintah terlalu banyak melakukan intervensi sehingga peran swasta relatif kecil. Akibatnya proses pembangunan sektor investasi juga relatif kecil sehingga stimlan pembangunan cenderung lebih banyak pajak dan subsidi yang melahirkan ketergantungan penduduk dan pengusaha (infant industri) yang menyebabkan rendahnya kompetensi dalam perdagangan internasional.

6. Struktur Industri

Negara LDC sebagian besar adalah negara pertanian yang memiliki industri yang relatif kecil kontribusinya terhadap perekonomian.

7. Ketergantungan Ekternal, Ekonomi, Politik dan Kultural.

Negara LDC sebagian besar industrinya belum banyak menggunakan teknologi maju. Kalaupun ada, sangat tergantung dari negara-negara maju untuk menunjang proses pembangunannya. Terutama input teknologi tersebut.

8. Politik, Kekuasaan dan Kelompok Kepentingan

sebagian besar negara LDC memiliki pemerintahan demokratis, namun demokratisnya tidak seperti di negara maju.

Kontrol politik di LDC hanya dipegang oleh sebuah elit politik yang relatif kecil. Kelompok ini meliputi individu yang secera langsung/tidak langsung memainkan peran penting dalam pemerintahan-para pemimpin politik, perwira tinggi militer, pejabat sipil tingkat tinggi dan eksekutif pada perusahan publik, pangeran, raja,  pemilik tanah, dan pebisnis besar. Inilah letak keragamannya.

CLOSING REMACH

Tentu saja terdapat perbedaan di antara negara-negara berkembang…(akan tetapi) bila ada yang menganggap bahwa diantara mereka sama sekali tidak ada persamaan, maka itu berarti setiap pembicaraan mengenai negara-negara berkembang tidak akan ada artinya.

–Julian Wost, Oxford University–

00OOO00

Download Microsoft Office Power Point (PPt)

Download Microsoft Office Word (Doc)

Tambahan Bacaan:

PEMBANGUNAN EKONOMI - Michael P. Todaro, Stephen C. Smith
Jilid I - (EDISI KESEMBILAN) Versi Microsoft Office PowerPoint (PPt)
About these ads

7 responses

  1. mao

    yang penggolongan negara dari bank dunia itu kalo bleh tau taun brapa ya??

    6 Maret 2012 pukul 8:47 pm

  2. ida nuri fitria

    sya mau tanya ,, knp perlu adanya perencanaan pembangunan?

    20 April 2012 pukul 3:21 pm

  3. boleh minta ppt jilid 2nya? terima kasih :)

    11 Mei 2012 pukul 10:46 pm

  4. Lala

    Thanks.. bgt materi ini sangat membantu.

    7 Juni 2012 pukul 1:11 am

  5. eby nugroho

    inspirasi baru..

    10 Agustus 2012 pukul 10:39 am

  6. salam sukss selalu, semoga usahanya tambah maju dan lancar
    salam dati kami gan http://distributorkaosbola.com/
    +6289-7855-1202

    11 Agustus 2012 pukul 10:28 pm

  7. jupris

    terima kasih telah membantuku

    @jupris:
    Sama-sama. Senang bisa membantu.

    3 Desember 2012 pukul 10:53 pm

Tinggalkan Komeng Pliiiis. Karena komeng sebagian dari Ngeblog :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 643 pengikut lainnya.